Motor Keyless Belum Tentu Aman
Kasus pencurian sepeda motor dengan berbagai modus baru masih kerap terjadi, termasuk yang sudah dilengkapi sistem keyless. Padahal, pabrikan mengeklaim, dengan keamanan yang berlapis, persentase motor dibawa kabur bisa ditekan signifikan. Saat ini, aksi yang dilakukan para pelaku kriminal tersebut juga canggih. Bahkan, merangkai peralatan sederhana agar bisa mem-bypass kelistrikan motor sehingga kunci terbuka. Pelaku cuma mem-bypass kelistrikan untuk mengalirkan arus. Hanya saja, mesin motor tak bisa langsung menyala. "Arus DC aki dibobol, tapi keamanan berlapis kunci mencegah motor raib dibawa kabur langsung. Itu sebenarnya modus lama pencuri mobil. Karena kunci letter T tak berfungsi mencongkel pengaman ganda kunci keyless.
Meskipun berhasil membuka akses kelistrikan, para pelaku pencurian butuh waktu untuk menyalakan mesin. Lantaran mesin tak bisa menyala, para pelaku kemungkinan besar akan mendorong motor curian tersebut. "Wajar-wajar saja, belum ada teknologi atau alat pencurian yang bisa langsung menghidupkan mesin. Sebelum target dibawa kabur, seringnya ketahuan, aksi gagal, dan ketangkap basah," kata dia. Maka dari itu, yang terpenting sebelum memarkirkan sepeda motor bisa membaca situasi bahaya di lingkungan sekitar. Selain itu, posisi mengunci setang motor harus benar untuk mengurangi ruang gerak pencuri.
Lebih aman lagi jika ditambahkan kunci pengaman ganda. Termasuk kunci utama, dilarang keras memberikan kunci motor kepada siapa pun karena dikhawatirkan akan diduplikasi. "Setang diarahkan ke kanan. Sempit, beda dengan setang belok ke kiri, ruang gerak pencuri masih mudah. Terkait kunci, kalau motor dibawa kabur seseorang dan orang itu tadi juga membawa remote, otomatis motor bisa dibawa kabur.

Komentar
Posting Komentar